Sunscreen Bukan Lagi Sekadar Pelindung UV: Saatnya Bangun Produk yang Jadi Bagian dari Daily Skincare

Sunscreen Bukan Lagi Sekadar Pelindung UV: Saatnya Bangun Produk yang Jadi Bagian dari Daily Skincare

arj - 12 Agustus 2026 - 13:41

Sunscreen kini telah berkembang menjadi salah satu produk wajib dalam rutinitas skincare. Konsumen tidak lagi hanya mencari produk yang mampu membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV, tetapi juga mempertimbangkan tekstur, kenyamanan, kandungan aktif, manfaat tambahan, hingga karakter brand.

Perubahan ini membuka peluang besar bagi pemilik brand untuk mengembangkan sunscreen dengan konsep yang lebih spesifik dan relevan dengan kebutuhan target market.

Dari Perlindungan UV ke Daily Skincare

Sunscreen modern dirancang untuk menjadi bagian dari rutinitas harian. Karena digunakan setiap hari dan idealnya diaplikasikan ulang, pengalaman pemakaian menjadi faktor yang sangat penting.

Tekstur yang ringan, mudah diratakan, tidak terasa lengket, tidak meninggalkan white cast yang mengganggu, serta nyaman digunakan sebelum makeup dapat menjadi nilai tambah yang membuat konsumen lebih tertarik melakukan repeat order.

Artinya, sunscreen bukan hanya tentang "berapa tinggi SPF-nya?", tetapi juga tentang "seberapa nyaman produk ini digunakan setiap hari?"

Konsep Sunscreen Bisa Disesuaikan dengan Karakter Brand

Setiap brand memiliki target konsumen dan positioning yang berbeda. Karena itu, sunscreen dapat dikembangkan dengan konsep yang lebih spesifik.

Misalnya:

  • Daily Sunscreen untuk penggunaan sehari-hari dengan sensasi ringan dan nyaman.
  • Sunscreen untuk kulit berminyak dengan fokus pada finish yang lebih ringan dan tidak terasa berat.
  • Hydrating Sunscreen yang menggabungkan perlindungan UV dengan konsep hidrasi.
  • Sunscreen untuk aktivitas outdoor dengan positioning yang lebih aktif.
  • Sunscreen untuk pria dengan konsep praktis dan effortless.
  • Sunscreen dengan skincare benefits yang mengombinasikan proteksi dengan manfaat perawatan kulit.

Dengan konsep yang tepat, sunscreen dapat memiliki identitas yang lebih kuat dibandingkan sekadar menjadi produk dengan klaim SPF.

Tekstur Adalah Bagian dari Experience

Salah satu alasan konsumen berhenti menggunakan sunscreen adalah pengalaman pemakaian yang kurang nyaman.

Tekstur terlalu berat, terasa berminyak, sulit diratakan, atau membuat makeup kurang menyatu dapat menjadi hambatan untuk penggunaan rutin.

Karena itu, pengembangan formula perlu mempertimbangkan karakter kulit, iklim, aktivitas konsumen, serta preferensi pasar. Sunscreen yang nyaman digunakan dalam cuaca panas dan lembap, misalnya, dapat menjadi pilihan menarik untuk konsumen di Indonesia.

Positioning Membantu Brand Lebih Mudah Dikenali

Produk yang memiliki positioning jelas akan lebih mudah dikomunikasikan kepada konsumen.

Daripada hanya mengatakan "sunscreen dengan SPF tinggi", brand dapat membangun pesan yang lebih spesifik berdasarkan kebutuhan target market.

Contohnya:

"Sunscreen ringan untuk aktivitas harian."

"Perlindungan UV dengan sensasi hidrasi."

"Daily sunscreen untuk gaya hidup aktif."

Pesan seperti ini membantu konsumen memahami siapa target produk, kapan produk digunakan, dan pengalaman apa yang dapat mereka harapkan.

Peluang Besar untuk Brand Lokal

Perkembangan sunscreen menunjukkan bahwa kategori ini masih memiliki ruang untuk inovasi. Pemilik brand dapat mengeksplorasi kombinasi antara formula, tekstur, packaging, target market, dan storytelling untuk menciptakan produk yang lebih berbeda.

Namun, produk yang menarik tidak cukup hanya memiliki konsep yang bagus. Formula harus dikembangkan dengan mempertimbangkan keamanan, stabilitas, kualitas bahan, serta standar produksi yang sesuai.

Karena itu, memilih partner maklon dengan kemampuan R&D dan pengembangan formula menjadi langkah penting sebelum sebuah produk diluncurkan ke pasar.

Bangun Sunscreen yang Punya Karakter

Sunscreen masa kini bukan sekadar produk untuk membantu melindungi kulit dari sinar UV. Ia telah menjadi bagian dari daily skincare dan lifestyle konsumen.

Bagi pemilik brand, inilah kesempatan untuk menciptakan sunscreen yang tidak hanya memiliki fungsi, tetapi juga punya karakter, pengalaman pemakaian, dan positioning yang kuat.

Dengan konsep yang matang dan partner maklon yang tepat, ide sunscreen dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar dan memiliki potensi untuk membangun loyalitas konsumen.

Berita Terpopuler

Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar
Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar

Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...

Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner

OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....

Baca Selengkapnya >