Sudah Punya Izin BPOM, Apakah Produk Masih Wajib Sertifikasi Halal? Ini Perbedaannya!

Sudah Punya Izin BPOM, Apakah Produk Masih Wajib Sertifikasi Halal? Ini Perbedaannya!

arj - 20 Oktober 2026 - 08:14

Punya izin edar BPOM, apakah berarti produk sudah pasti halal? Jawabannya, belum tentu! BPOM dan sertifikasi halal merupakan dua hal yang berbeda dan memiliki fungsi masing-masing. Bagi pelaku usaha yang ingin membangun brand kosmetik, obat tradisional, suplemen kesehatan, maupun produk pangan, memahami perbedaan keduanya merupakan langkah penting sebelum memasarkan produk.

Yuk, cari tahu mengapa izin BPOM dan sertifikasi halal sama-sama perlu diperhatikan dalam pengembangan produk!

1. Apa Itu Izin Edar BPOM?

Izin edar BPOM merupakan bentuk pengawasan regulasi terhadap produk tertentu sebelum dapat diedarkan secara legal di Indonesia. Persyaratan dan mekanisme evaluasinya disesuaikan dengan kategori produk yang bersangkutan.

Dalam prosesnya, BPOM melakukan evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk aspek keamanan, mutu, manfaat, komposisi, dan informasi produk sesuai kategori.

Bagi pemilik brand, pemenuhan persyaratan BPOM membantu memastikan produk memenuhi ketentuan yang berlaku dan dapat dipasarkan sesuai izin yang diberikan.

2. Apa Itu Sertifikasi Halal?

Sertifikasi halal adalah pengakuan resmi atas kehalalan suatu produk berdasarkan ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Prosesnya tidak hanya berkaitan dengan bahan baku, tetapi juga dapat mencakup proses produksi, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, serta aspek lain yang relevan dalam menjaga kehalalan produk.

Sertifikasi halal menjadi salah satu aspek penting bagi brand yang ingin membangun kepercayaan konsumen, khususnya di pasar Indonesia yang memiliki kebutuhan produk halal.

3. Apa Perbedaan BPOM dan Sertifikasi Halal?

Meskipun sama-sama penting, BPOM dan sertifikasi halal memiliki fokus yang berbeda.

  • BPOM: berkaitan dengan pemenuhan persyaratan regulasi produk, termasuk aspek keamanan, mutu, dan manfaat sesuai kategori serta ketentuan yang berlaku.
  • Sertifikasi Halal: berkaitan dengan pemenuhan kriteria kehalalan produk dan proses yang relevan.
  • Tujuan bagi brand: keduanya membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan yang berlaku dan membangun kepercayaan konsumen dari aspek yang berbeda.

Artinya, izin BPOM tidak otomatis menjadi bukti bahwa produk telah bersertifikat halal. Begitu pula sertifikat halal tidak menggantikan izin edar atau persyaratan BPOM yang diwajibkan untuk kategori produk tertentu.

4. Apakah Semua Produk Wajib Memiliki Sertifikasi Halal?

Kewajiban sertifikasi halal di Indonesia diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Jaminan Produk Halal beserta aturan pelaksanaannya.

Penerapan kewajiban tersebut dilakukan berdasarkan kategori produk, jenis pelaku usaha, dan tahapan waktu yang ditetapkan pemerintah. Karena itu, pelaku usaha perlu memeriksa ketentuan terbaru yang sesuai dengan jenis produknya.

Bagi pelaku usaha kosmetik, makanan dan minuman, obat tradisional, serta produk lainnya, memahami jadwal dan persyaratan sertifikasi halal sejak tahap pengembangan produk dapat membantu menghindari kendala saat produk akan dipasarkan.

5. Mengapa BPOM dan Halal Perlu Dipersiapkan Sejak Awal?

Mengurus legalitas setelah produk selesai diproduksi dapat menimbulkan kendala jika formula, bahan baku, kemasan, atau proses produksi belum sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, pemilik brand sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Menentukan kategori produk. Identifikasi jalur perizinan dan persyaratan yang sesuai.
  2. Memilih bahan baku yang tepat. Pastikan bahan memenuhi persyaratan keamanan dan mutu serta kriteria halal yang relevan.
  3. Merancang formula dan kemasan. Sesuaikan dengan kebutuhan produk dan ketentuan pelabelan.
  4. Memastikan fasilitas dan proses produksi memenuhi persyaratan. Perhatikan standar yang berlaku untuk kategori produk serta sistem jaminan produk halal.
  5. Mempersiapkan dokumen sejak awal. Kelengkapan dokumen dapat membantu proses pengajuan izin dan sertifikasi berjalan lebih terarah.

Dengan persiapan yang matang, proses pengembangan brand dapat menjadi lebih terencana dan risiko revisi yang tidak perlu dapat diminimalkan.

6. Bangun Brand Bersama Eshbi, dari Konsep hingga Produk Siap Dipasarkan

Ingin memiliki brand sendiri tetapi masih bingung memulai proses formulasi dan pengurusan legalitasnya?

PT. Eshbi Putra Indonesia hadir sebagai mitra maklon untuk membantu pengembangan produk kosmetik, obat tradisional, suplemen kesehatan, dan pangan olahan.

Melalui layanan One Stop Maklon Service, Eshbi membantu proses pengembangan produk mulai dari konsultasi konsep, formulasi, pengembangan sampel, desain kemasan, pendampingan perizinan yang relevan, hingga produksi dan pengendalian mutu sesuai kategori produk.

Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa mempersiapkan produk sekaligus kebutuhan legalitasnya sejak awal, sehingga langkah membangun brand menjadi lebih terarah.

Jangan hanya fokus membuat produk yang menarik. Pastikan juga persyaratan legalitasnya dipersiapkan dengan baik!

Konsultasikan ide produkmu bersama Eshbi dan mulai wujudkan brand impianmu.

PT. Eshbi Putra Indonesia — Depok, Jawa Barat

Izin BPOM dan sertifikasi halal memiliki fungsi yang berbeda dan tidak saling menggantikan. Kewajiban masing-masing bergantung pada kategori produk dan ketentuan yang berlaku.

Memahami kedua aspek ini sejak awal akan membantu pelaku usaha mempersiapkan produk secara lebih matang, memenuhi persyaratan yang relevan, dan membangun kepercayaan konsumen.

Mau mulai brand kosmetik, herbal, suplemen, atau pangan sendiri? Konsultasikan kebutuhan maklonmu bersama Eshbi!

Berita Terpopuler

Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar
Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar

Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...

Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner

OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....

Baca Selengkapnya >