arj - 04 September 2026 - 11:15
arj
-
04 September 2026
-
11:15
Industri kecantikan merupakan salah satu industri yang terus mengalami perubahan. Tren baru bermunculan, kebutuhan konsumen semakin spesifik, dan perkembangan teknologi membuat cara orang menemukan serta membeli produk kosmetik ikut berubah.
Memasuki 2026 dan menuju 2027, peluang di industri beauty masih sangat terbuka. Euromonitor mencatat bahwa pasar beauty and personal care global mencapai sekitar US$647 miliar pada 2026, sementara Asia Pasifik tetap menjadi kawasan terbesar dan Asia Tenggara termasuk wilayah yang memiliki prospek pertumbuhan menarik.
Artinya, bagi kamu yang ingin membangun brand kosmetik sendiri, sekarang bisa menjadi waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan konsep produk.
Namun, bukan sekadar mengikuti produk yang sedang viral. Brand perlu melihat arah perkembangan kebutuhan konsumen hingga 2027.
Lalu, produk kosmetik seperti apa yang berpotensi terus berkembang?
1. Skincare Multifungsi Semakin Menarik
Konsumen semakin selektif dalam memilih produk. Mereka tidak selalu mencari banyak produk, tetapi menginginkan produk yang memberikan manfaat lebih dalam satu penggunaan.
Konsep multifunctional beauty berpotensi semakin kuat hingga 2027.
Contohnya:
Perubahan ini sejalan dengan kecenderungan konsumen untuk menyederhanakan rutinitas, tetapi tetap menginginkan produk yang efektif. NIQ juga melihat bahwa konsumen semakin mengharapkan dampak yang lebih besar dari setiap produk yang mereka gunakan.
Peluang untuk brand: buat produk yang praktis, mudah dipahami, dan memiliki manfaat yang relevan dengan kebutuhan target konsumen.
2. Sunscreen Tetap Menjadi Produk Penting
Sunscreen bukan lagi sekadar produk tambahan dalam rutinitas skincare.
Kesadaran terhadap perlindungan kulit membuat kategori sun care memiliki peluang untuk terus berkembang.
Bahkan Euromonitor memasukkan sun care sebagai salah satu kategori yang menunjukkan pertumbuhan menarik dalam perkembangan pasar beauty global.
Untuk brand kosmetik, sunscreen juga dapat dikembangkan ke berbagai positioning, misalnya:
Kuncinya bukan hanya SPF tinggi, tetapi bagaimana produk memberikan kenyamanan, pengalaman penggunaan, dan manfaat yang sesuai dengan target market.
3. Produk Berbasis Active Ingredients Semakin Diminati
Konsumen saat ini semakin familiar dengan berbagai kandungan aktif dalam skincare.
Nama seperti Niacinamide, Alpha Arbutin, Hyaluronic Acid, Ceramide, Vitamin C dan berbagai active ingredients lainnya sudah semakin dikenal oleh konsumen.
Namun, tren ke depan tidak cukup hanya dengan mencantumkan bahan aktif.
Konsumen semakin membutuhkan alasan yang jelas mengapa sebuah bahan digunakan dan bukti mengenai performa produk.
NIQ menyebut bahwa kualitas produk, konsistensi, transparansi bahan, serta klaim yang jelas menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen di era digital.
Karena itu, brand kosmetik perlu memperhatikan:
Formula → keamanan → kualitas → klaim yang tepat → pengalaman konsumen.
4. Personalized Beauty Berpotensi Semakin Berkembang
Satu produk untuk semua orang mulai menghadapi tantangan.
Konsumen semakin tertarik pada produk yang terasa lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit mereka.
Perkembangan teknologi bahkan mulai membawa konsep personalized beauty ke dalam industri kosmetik, termasuk penggunaan AI dan teknologi diagnostik untuk membantu memberikan rekomendasi produk.
Menuju 2027, personalisasi dapat menjadi salah satu peluang menarik bagi brand kosmetik.
Bentuknya tidak selalu harus menggunakan teknologi yang rumit.
Brand dapat memulainya dengan membangun lini produk berdasarkan:
Dengan begitu, konsumen dapat merasa bahwa produk yang ditawarkan memang dibuat untuk mereka.
5. Skin Health dan Dermocosmetics Semakin Diperhatikan
Beauty dan kesehatan kulit semakin sulit dipisahkan.
Konsumen kini tidak hanya mengejar kulit yang terlihat cantik, tetapi juga menginginkan produk yang mendukung skin health.
Euromonitor mencatat bahwa dermocosmetics menjadi salah satu area yang menarik karena pendekatan berbasis sains dan formulasi yang berorientasi pada kesehatan kulit semakin mendapatkan perhatian.
Hal ini membuka peluang untuk produk dengan positioning seperti:
Tentunya, setiap klaim kosmetik harus disesuaikan dengan ketentuan regulasi dan pembuktian yang diperlukan.
6. Beauty yang Menggabungkan Wellness
Perkembangan industri beauty juga semakin dekat dengan konsep wellness.
Menurut Euromonitor, tren beauty 2026–2027 bergerak menuju pendekatan yang lebih holistik, termasuk longevity dan hubungan antara beauty dengan kesehatan serta kesejahteraan secara lebih luas.
Produk kosmetik tidak lagi hanya berbicara mengenai penampilan.
Pengalaman sensorik juga semakin penting.
Tekstur, aroma, sensasi ketika digunakan, hingga pengalaman emosional dapat menjadi bagian dari value sebuah produk.
Ini bisa menjadi peluang bagi brand untuk menciptakan produk yang bukan hanya "berfungsi", tetapi juga menyenangkan untuk digunakan setiap hari.
7. Sustainable Beauty Semakin Relevan
Isu sustainability juga terus menjadi perhatian industri kecantikan.
Namun, sustainability ke depan tidak hanya berkaitan dengan tulisan "eco-friendly" pada kemasan.
Konsumen semakin kritis terhadap bahan, proses, packaging, hingga transparansi brand.
Tren industri menunjukkan adanya pergeseran menuju pendekatan yang lebih berbasis ingredient integrity, kredibilitas, dan bukti, bukan sekadar klaim "clean beauty".
Karena itu, brand kosmetik dapat mulai mempertimbangkan:
8. K-Beauty, J-Beauty, dan Asian Beauty Masih Punya Pengaruh Besar
Perkembangan beauty dari Asia juga menjadi salah satu faktor penting.
K-Beauty, J-Beauty, dan C-Beauty telah memengaruhi ekspektasi konsumen global terhadap skincare, terutama dalam hal inovasi bahan, tekstur, efektivitas, dan value.
Euromonitor bahkan memproyeksikan pengaruh Asian Wave akan terus menjadi kekuatan penting dalam beauty hingga 2027.
Bagi brand Indonesia, kondisi ini justru membuka peluang.
Brand lokal dapat mengambil inspirasi dari perkembangan global, kemudian mengadaptasikannya dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Misalnya melalui:
Formula modern + bahan aktif populer + tekstur nyaman + harga kompetitif + identitas brand lokal.
Kenapa Mulai Bisnis Kosmetik dari Sekarang?
Pertumbuhan industri memang memberikan peluang, tetapi persaingan juga semakin tinggi.
Brand baru tidak cukup hanya memiliki produk yang bagus.
Kamu juga perlu memikirkan:
Inilah alasan memilih partner maklon kosmetik yang tepat menjadi bagian penting dalam membangun brand.
Wujudkan Brand Kosmetik Bersama Eshbi Putra Indonesia
Membangun brand kosmetik tidak harus dimulai dari memiliki pabrik sendiri.
Dengan sistem maklon kosmetik, kamu dapat bekerja sama dengan manufaktur untuk mengembangkan produk sesuai konsep dan kebutuhan brand.
Eshbi Putra Indonesia hadir untuk membantu kamu mewujudkan ide produk menjadi produk kosmetik yang siap dikembangkan sebagai brand.
Mulai dari pengembangan konsep, formulasi, proses produksi, packaging hingga kebutuhan pendukung lainnya, setiap tahapan dapat dipersiapkan secara lebih terarah.
Dengan begitu, kamu dapat lebih fokus pada:
Membangun brand → memasarkan produk → membangun komunitas → mengembangkan bisnis.
Jangan Hanya Mengikuti Tren, Bangun Produk untuk Masa Depan
Tren kosmetik akan terus berubah.
Produk yang viral hari ini belum tentu menjadi produk unggulan tahun depan.
Karena itu, strategi yang lebih penting adalah memahami arah kebutuhan konsumen dan menciptakan produk yang mampu memberikan value dalam jangka panjang.
Menuju 2027, peluang beauty semakin banyak bergerak pada kombinasi efektivitas, kesehatan kulit, personalisasi, pengalaman, teknologi, dan kredibilitas.
Kalau kamu sudah memiliki ide produk kosmetik sendiri, jangan menunggu sampai tren benar-benar ramai.
Mulai persiapkan brand kamu dari sekarang bersama Eshbi Putra Indonesia.
Eshbi Putra Indonesia — Partner Maklon untuk Mewujudkan Produk Kosmetik Impianmu.
Punya ide produk kosmetik?
Konsultasikan konsepnya bersama tim Eshbi dan mulai langkahmu menjadi beautypreneur.
Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...
Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....
Baca Selengkapnya >