arj - 19 Agustus 2026 - 13:20
arj
-
19 Agustus 2026
-
13:20
Nggak semua kolagen dalam skincare itu sama. Dan nggak semua klaim kolagen bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan membuat produk skincare berbasis kolagen melalui maklon, hal ini penting dipahami sejak awal. Karena produk yang menarik bukan hanya soal memakai ingredient yang sedang viral, tetapi bagaimana ingredient tersebut dipilih, diformulasikan, diuji, dan dikomunikasikan dengan klaim yang tepat.
🧬 Mitos: “Pakai Kolagen = Menambah Kolagen Kulit”
Tidak sesederhana itu.
Kolagen yang digunakan dalam skincare topikal tidak otomatis masuk ke dalam kulit dan menggantikan kolagen alami yang berkurang.
Dalam formulasi kosmetik, bahan berbasis kolagen dapat digunakan untuk mendukung fungsi tertentu, misalnya membantu menjaga kelembapan dan memberikan sensasi kulit yang lebih halus dan supple.
Jadi, jangan sampai marketing claim lebih jauh daripada kemampuan formula.
🔬 Fakta: Jenis dan Fungsi Kolagen Bisa Berbeda
Istilah “collagen” saja belum cukup untuk menentukan kualitas sebuah formula.
Ada berbagai bentuk bahan berbasis kolagen yang memiliki karakteristik dan fungsi berbeda. Karena itu, pemilihan ingredient harus disesuaikan dengan konsep produk, target market, karakteristik formula, dan klaim yang ingin dibangun.
Di sinilah peran R&D dalam proses maklon menjadi penting.
Bukan sekadar memasukkan ingredient “collagen” ke dalam formula, tetapi menentukan bagaimana bahan tersebut digunakan secara tepat.
đź’§ Klaim Apa yang Bisa Dipertimbangkan?
Untuk produk skincare kolagen, klaim sebaiknya disesuaikan dengan formula dan bukti pendukungnya.
Beberapa contoh positioning yang lebih realistis antara lain:
✨ Hydrating – membantu menjaga kelembapan kulit.
✨Skin Smoothing – membantu membuat kulit terasa lebih halus.
✨Plumping Appearance – membantu memberikan tampilan kulit yang lebih plump.
✨Firming Appearance – membantu membuat kulit tampak lebih kencang.
✨Skin Conditioning – membantu menjaga kulit tetap terasa lembut dan nyaman.
Tentunya, klaim final harus disesuaikan dengan bahan, formula, pengujian, dan ketentuan regulasi yang berlaku.
🚨 Jangan Hanya Ikut Tren
Kolagen memang memiliki daya tarik marketing yang kuat.
Namun, membuat produk hanya karena “kolagen sedang viral” tanpa memahami formula dan klaim justru bisa menjadi masalah.
Brand perlu memastikan:
Ingredient → Formula → Pengujian → Klaim → Regulasi
Semuanya harus saling mendukung.
🏠Mau Maklon Skincare Kolagen Bersama Eshbi?
Di Eshbi Putra Indonesia, pengembangan produk tidak berhenti pada pemilihan bahan.
Kami membantu brand owner mengembangkan produk mulai dari konsep, formulasi dan R&D, pemilihan bahan, produksi, packaging, hingga proses legalitas sesuai kebutuhan produk.
Jadi, kalau kamu punya ide membuat Collagen Serum, Collagen Cream, Collagen Moisturizer, atau produk skincare lainnya, jangan hanya pikirkan “mau pakai kolagen”.
Pikirkan juga:
“Apa manfaat yang ingin diberikan? Siapa target market-nya? Dan bagaimana formula tersebut bisa mendukung klaim produknya?”
đź’¬ Punya konsep skincare kolagen sendiri? Konsultasikan dengan Eshbi dan mulai wujudkan produkmu dari formula yang tepat.
Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...
Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....
Baca Selengkapnya >