Jangan Sampai Brand Anda Berhenti di Tengah Jalan! 10 Kesalahan yang Membuat Brand Baru Gagal Berkembang

Jangan Sampai Brand Anda Berhenti di Tengah Jalan! 10 Kesalahan yang Membuat Brand Baru Gagal Berkembang

arj - 27 Juli 2026 - 10:28

Membangun sebuah brand memang terlihat menjanjikan. Banyak orang bermimpi memiliki produk dengan nama sendiri, baik di bidang kosmetik, skincare, suplemen, obat tradisional, maupun pangan olahan. Namun kenyataannya, tidak sedikit brand baru yang gagal berkembang bahkan berhenti beroperasi dalam waktu kurang dari dua tahun.

Kegagalan tersebut sering kali bukan karena produknya jelek, tetapi karena adanya kesalahan strategi sejak awal. Kabar baiknya, sebagian besar kesalahan ini dapat dihindari jika Anda mengetahui penyebabnya sejak dini.

1. Memulai Tanpa Riset Pasar

Kesalahan paling umum adalah membuat produk berdasarkan selera pribadi tanpa mengetahui kebutuhan konsumen.

Sebelum menentukan produk, lakukan riset sederhana:

  • Siapa target pasar Anda?
  • Masalah apa yang ingin mereka selesaikan?
  • Produk seperti apa yang sedang diminati?
  • Apa keunggulan kompetitor? 

Produk yang menjawab kebutuhan pasar memiliki peluang jauh lebih besar untuk sukses.

2. Tidak Memiliki Identitas Brand yang Jelas

Banyak brand baru hanya fokus pada produk, tetapi lupa membangun identitas.

Brand yang kuat memiliki:

  • Nama yang mudah diingat
  • Logo profesional
  • Warna khas
  • Nilai (brand value)
  • Cerita yang menarik 

Konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli kepercayaan terhadap sebuah brand.

3. Memilih Harga yang Tidak Tepat

Harga terlalu murah sering dianggap berkualitas rendah.

Sebaliknya, harga terlalu mahal tanpa nilai tambah akan sulit diterima pasar.

Tentukan harga berdasarkan:

  • Target konsumen
  • Posisi brand
  • Biaya produksi
  • Nilai yang diberikan kepada pelanggan 

Harga yang tepat akan membantu brand bertahan dalam jangka panjang.

4. Mengabaikan Kualitas Produk

Promosi yang hebat hanya akan mendatangkan pembelian pertama.

Namun kualitas produk yang baik akan menghasilkan pembelian berulang (repeat order).

Karena itu, pastikan produk dibuat menggunakan bahan baku berkualitas serta diproduksi oleh pabrik maklon yang memiliki standar produksi seperti:

  • CPKB untuk kosmetik
  • CPOTB untuk obat tradisional
  • CPPOB untuk pangan olahan 

5. Tidak Memiliki Keunikan

Brand baru sering hanya mengikuti tren tanpa memiliki pembeda.

Tanyakan pada diri Anda:

Mengapa konsumen harus memilih produk saya dibanding kompetitor?

Keunggulan dapat berupa:

  • Formula eksklusif
  • Kandungan unggulan
  • Kemasan premium
  • Harga kompetitif
  • Pelayanan terbaik 

Semakin unik positioning Anda, semakin mudah diingat oleh pasar.

6. Fokus pada Penjualan, Bukan Membangun Kepercayaan

Banyak brand hanya sibuk berjualan setiap hari.

Padahal konsumen modern ingin mendapatkan edukasi sebelum membeli.

Bangun kepercayaan melalui:

  • Artikel  
  • Video edukasi
  • Testimoni pelanggan
  • Konten media sosial
  • Behind the scene proses produksi 

Kepercayaan adalah aset terbesar sebuah brand.

7. Tidak Konsisten dalam Branding

Hari ini menggunakan warna biru, besok hijau.

Logo berubah-ubah.

Desain kemasan tidak seragam.

Hal-hal kecil seperti ini membuat brand terlihat kurang profesional.

Konsistensi akan meningkatkan daya ingat konsumen terhadap brand Anda.

8. Mengabaikan Legalitas Produk

Produk tanpa legalitas akan sulit masuk ke marketplace besar, retail modern, maupun dipercaya konsumen.

Pastikan produk memiliki legalitas yang diperlukan seperti:

  • BPOM  
  • Sertifikasi Halal (jika diperlukan)
  • Merek terdaftar (HKI) 

Legalitas bukan sekadar formalitas, tetapi investasi untuk pertumbuhan bisnis.

9. Tidak Memiliki Strategi Digital Marketing

Produk terbaik sekalipun tidak akan dikenal jika tidak dipromosikan.

Manfaatkan berbagai kanal digital seperti:

  • Instagram  
  • TikTok  
  • Facebook  
  • Website  
  • Marketplace  
  • Google Search 

Kombinasikan konten edukasi, promosi, dan testimoni agar pemasaran lebih efektif.

10. Salah Memilih Partner Maklon

Pabrik maklon bukan hanya tempat memproduksi barang.

Partner maklon yang tepat akan membantu Anda dalam:

  • Riset dan pengembangan formula
  • Produksi sesuai standar
  • Pengurusan legalitas
  • Desain kemasan
  • Quality Control
  • Konsultasi bisnis 

Memilih partner yang berpengalaman akan mengurangi risiko kegagalan dan mempercepat pertumbuhan brand.

Bangun Brand dengan Pondasi yang Kuat

Kesuksesan sebuah brand tidak ditentukan oleh keberuntungan, melainkan oleh strategi yang tepat sejak awal. Dengan memahami berbagai kesalahan yang sering terjadi, Anda dapat membangun bisnis yang lebih siap menghadapi persaingan pasar.

Jika Anda ingin memulai brand kosmetik, skincare, suplemen, obat tradisional, atau pangan olahan tanpa harus memiliki pabrik sendiri, bekerja sama dengan PT. Eshbi Putra Indonesia dapat menjadi solusi. Dengan layanan maklon yang lengkap, mulai dari pengembangan formula, produksi, pengurusan legalitas, hingga pendampingan branding, Anda dapat lebih fokus mengembangkan bisnis dan memperluas pasar.

Banyak brand baru gagal berkembang bukan karena produknya kurang baik, melainkan karena strategi yang belum matang. Mulailah dengan riset pasar, bangun identitas brand yang kuat, jaga kualitas produk, urus legalitas, dan pilih mitra maklon yang terpercaya. Dengan pondasi yang tepat, brand Anda memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh, mendapatkan loyalitas pelanggan, dan bersaing secara berkelanjutan di industri yang semakin kompetitif.

Berita Terpopuler

Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar
Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar

Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...

Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner

OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....

Baca Selengkapnya >